Penyandang Disabilitas Berhak Mendapatkan Pekerjaan Yang Layak

Dalam dunia pekerjaan, seringkali terdapat fakta yang tidak menyenangkan mengenai penyandang disabilitas kompasiana. Seringkali sebagian besar mereka tidak dianggap oleh orang sekitar mereka atau bahkan lembaga negara. Tapi hanya sedikit yang menganggap penyandang disabilitas tidak termasuk ke dalam kategori pekerja, sebab saat ini hak-hak penyandang disabilitas sudah tertuang di dalam Undang-Undang Negara dan dijamin keseteraan hidup oleh Negara. Ini merupakan kabar baik dimana masyarakat lebih memperhatikan kehidupan penyandang disabilitas agar mereka hidup dengan layak. Salah satunya adalah peraturan wilayah daerah Aceh dimana BUMN dan BUMD wajib mempekerjakan kalangan disabilitas sebagai pekerja dengan presentase yang lebih banyak dari perusahaan swasta yakni sebanyak 2 persen. Sementara untuk perusahaan swasta mandiri, maka diwajibkan untuk mempekerjakan setidaknya 1 persen dari total karyawan untuk mempekerjakan penyandang disabilitas di perusahaan mereka.

Saat ini sudah banyak lembaga yang melakukan berbagai aksi terkait memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, salah satunya adalah menjamin perlindungan hak kepada penyandang disabilitas yang tidak hanya diberikan kepada warga negara dengan kesempurnaan fisik, namun penyandang disabilitas ini memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dan kesetaraan hidup di lingkungan masyarakat dan negara. Sebab dewasa ini, banyak hak dan jaminan perlindungan penyandang disabilitas sangat rentan disalah gunakan sehingga perlu adanya peningkatan bagi para aktivis dan lembaga serta masyarakat sekitar untuk para penyandang disabilitas ini.

Sejatinya kondisi fisik tidak menghalangi siapapun untuk bekerja dan berkarya. Oleh sebab itu, banyak lembaga non-profit yang melakukan inisiasi terhadap kegiatan ini untuk membantu agar penyandang disabilitas dapat hidup dengan layak. Bahkan menjamin bahwa penyandang disabilitas mendapatkan hak konstitusionalnya. Walaupun dalam praktiknya masih tergolong susah untuk menyadarkan para pengusaha baik itu BUMN, BUMD maupun swasta untuk merekrut penyandang disabilitas. Seringkali penyandang disabilitas ini tersingkir karena keadaan fisik atau mentalnya, sehingga semua ini menjadi perhatian yang perlu ditingkatkan agar tidak ada lagi kesenjangan antara warga negara yang sempurna secara fisik dan mental dengan penyandang disabilitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *